Jumat, 04 Februari 2011
Menarik Hakikat Pikiran dan Perasaan
ANDA bukanlah apa yang ANDA PIKIRKAN
dan ANDA bukanlah apa yang ANDA RASAKAN.
Tapi Anda dapat BELAJAR banyak dari apa yang ANDA PIKIRKAN
dan apa yang ANDA RASAKAN…
ANDA adalah ANDA yang MERDEKA…
dari PIKIRAN dan PERASAAN yang MEMENGARUHI ANDA…
dan HANYA ALLAH tempat ANDA bergantung,
So, jangan gantungkan diri ANDA kepada PIKIRAN dan PERASAAN ANDA,
apalagi kepada orang lain di luar sana…
Anda BUKANLAH apa yang Anda PIKIRKAN.
Anda adalah Anda, dan Si Pikiran adalah Si Pikiran.
Anda bertugas sebagai LEADER dan PENGAMAT bagi Si Pikiran.
Jika Si Pikiran sedang NEGATIF, maka cukup amati saja dan beristighfarlah,
dan jika Si Pikiran sedang POSITIF maka SUPPORTlah ia…
Tak perlu stress karena berusaha mengendalikan Si Pikiran,
sebab seringkali justru pikiran yang berhasil mengendalikan Anda…
ALLAH hadirkan PIKIRAN & PERASAAN kepada Anda sebagai UJIAN.
UJIAN dalam bentuk keSENANGan atau penDERITAan.
IBLIS dan Syaitan pun MEMENGARUHI dan MENGGODA manusia melalui PIKIRAN & PERASAAN ini.
Sehingga kita harus LIHAI membedakan mana PIKIRAN & PERASAAN dari Syaitan
dan mana PIKIRAN & PERASAAN dari Tuhan.
Itu sebabnya kita butuh KITABULLAH untuk memfilternya….
Anda bukanlah PIKIRAN & PERASAAN,
tapi PIKIRAN & PERASAAN memang bertugas memengaruhi Anda…
Karena ANDA bukanlah yang ANDA PIKIRKAN,
maka jika hadir PIKIRAN yang “Bukan-Bukan” maka tenang saja
sebab pelakunya bukanlah Anda,
kecuali jika Anda “mengamini” dan “menikmati” Pikiran yang “bukan-bukan” itu …
TOLAKlah pikiran yang “bukan-bukan” itu dengan cara MENGABAIKANnya,
TA’AWUDZ, dan BERISTIGHFAR kepada ALLAH…..
Perhatikan EMOSI/PERASAAN Anda…
NASEHATilah ia sesering mungkin dengan AYAT-AYAT Ilahi,
dan mintalah Allah agar menTENANGkan sang EMOSI.
Anda bukanlah EMOSI yang Anda rasakan.
Anda mah Anda, EMOSI mah ya Emosi.
Kalau EMOSI sedang menTEROR Anda dan tidak mau diajak berDAMAI,
maka berdo’alah “Hasbunallah wani’mal wakiil, ni’mal maula wani’man nashiir”
(Artinya : Cukup Allah bagiku sebagai Pelindung dan Penolong dan Allah lah sebaik-baik Pelindung dan Penolong)
So, Tidak perlulah PIKIRAN dan PERASAAN Anda…
menganalisa TAKDIR Allah yang belum terjadi atas diri Anda…
sehingga Anda GELISAH karena analisa Anda dan bukan GELISAH karena takdir Nya…
sebab takdir-Nya nanti masih BELUM TERJADI pada diri Anda ….
kalaupun kelak sudah TERJADI dan Anda tidak menyukainya maka TERIMALAH,
karena takdir itu pasti yang TERBAIK (baca : tercocok) untuk Anda, PASTI!!!
Sehingga lebih baik RASAkan saja keHADIRan Anda bersamaNya di setiap “saat” ..
maka Anda niscaya selalu diJAGA-Nya…
Jangan Takut dan Jangan Khawatir…
PenJAGAan-Nya sangatlah SEMPURNA…
BEBASkan diri Anda dari PIKIRAN Anda sendiri.
SEJATINYA, Anda berbuat NEGATIF bukanlah karena PIKIRAN Anda ,
tapi karena Anda SENDIRI yang kok mau-maunya diPENGARUHi oleh PIKIRAN Anda.
Itu sebabnya kelak ANDA-lah yang berTANGGUNG JAWAB di hadapan Allah,
…bukan PIKIRAN Anda.
Kelak PIKIRAN hanya menjadi SAKSI dalam pengHISABan Anda,
sebagaimana Penglihatan, Pendengaran, dan Fuad yang menjadi saksi.
PIKIRAN adalah UJIAN, tempat SYAITHAN memBISIKkan banyak hal.
Belajar menCUEKkan PIKIRAN berarti Anda belajar menCUEKkan SYAITHAN.
Yuwaswisu fii shuduurinnaas…
Anda adalah ANDA yang diwakili oleh RUH yang telah dititipkan-Nya…
RUH-lah yang seharusnya menjadi DRIVER/KENDALI dalam kehidupan Anda yang singkat…
…sehingga jangan serahkan KENDALI kehidupan Anda kepada PIKIRAN dan PERASAAN Anda…
“Ya Allah, jangan izinkan emosiku, pikiranku, dan jasadku mengikat, mencemari, dan memengaruhi kefitrahan Ruh titipanMu ini.Tolong jagalah Ruh dari-Mu padaku ini, sehingga Ruh ini tetap bisa menjadi Driver bagi kehidupanku…”
Sahabat, semoga kita terlindungi dari hal menTUHANkan dan mengABDI kepada PIKIRAN dan PERASAAN… sebab hanya Allah lah yang berhak ditTUHANkan, sedangkan PIKIRAN, PERASAAN, dan orang lain adalah sebagai pembelajaran dan kawan sinergi untuk bersama-sama bertemu Allah, insya Allah..
Kamis, 03 Februari 2011
Perjalanan
ku tidak memiliki apa-apa selain yang KAU beri,
Apabila KAU sembunyi, aku selalu menjadi fakir,
Apabila KAU mewujud, aku sangat senang dan setia,
Hanya KAU yang ku pilih, diantara segala isi dunia,
KAU jualah penyebab gembira atau sedih di hati,
Dalam diri ini ada duri dan ada mawar,
Kucium bau mawar lalu kucabut semua duri.
ya Allah, permudahkanlah urusan duniaku demi akhiratku untuk sebuah kemenangan meraih reda-MU…
Telah Ku PIlih Jalanmu ...
بسم ا لله ا لرحمن ا لرحيم
Telah kupilih jalanMu
Jalan yang mendekatkan aku padaMu
Jalan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Dan aku yakin sebenar-benarnya
Cintaku padaMu takkan pernah dikecewakan
Namun Tuhan,
Ampuni aku,
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang
Terlalu pahit untuk ditelan
Tapi terus-terusan aku gagahkan
Demi menggapai cintaMu Yang Esa
Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini imaginasi syaitan
Dan kuminta ia dilenyapkan
Andai kasihku berlandaskan nafsu
Kumohon matikanlah rasa cinta yang belum tentu jadi milikku
Tolonglah aku Tuhan
Untuk mengisi bejana cintaku untukMu
Agar aku takkan pernah dahagakan
Cinta dari insan yang tak halal bagiku
Teguhkan kasihku untukMu
Agar aku tak kecundang dijajah cinta yang dusta
Yang menjadi hijab di antara kita
Tetapkan langkahku di jalan ini
Gagahkan aku Tuhan
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia
Walau ia se’gah’ bahtera ‘Titanic’
Tetapku pinta ia karam
Jika belayar ia di lautan dosa
Dan kumohon Tuhan
Damaikanlah ombak di hati
Walaupun ribut datang mengundang
Kasihku diikat di dasar Rabbi
Kerana ianya lumrah ujian..
Dan akan kuterus tekadkan janji
Kerana telah kupilih jalanMu.
Telah kupilih jalanMu
Jalan yang mendekatkan aku padaMu
Jalan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Dan aku yakin sebenar-benarnya
Cintaku padaMu takkan pernah dikecewakan
Namun Tuhan,
Ampuni aku,
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang
Terlalu pahit untuk ditelan
Tapi terus-terusan aku gagahkan
Demi menggapai cintaMu Yang Esa
Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini imaginasi syaitan
Dan kuminta ia dilenyapkan
Andai kasihku berlandaskan nafsu
Kumohon matikanlah rasa cinta yang belum tentu jadi milikku
Tolonglah aku Tuhan
Untuk mengisi bejana cintaku untukMu
Agar aku takkan pernah dahagakan
Cinta dari insan yang tak halal bagiku
Teguhkan kasihku untukMu
Agar aku tak kecundang dijajah cinta yang dusta
Yang menjadi hijab di antara kita
Tetapkan langkahku di jalan ini
Gagahkan aku Tuhan
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia
Walau ia se’gah’ bahtera ‘Titanic’
Tetapku pinta ia karam
Jika belayar ia di lautan dosa
Dan kumohon Tuhan
Damaikanlah ombak di hati
Walaupun ribut datang mengundang
Kasihku diikat di dasar Rabbi
Kerana ianya lumrah ujian..
Dan akan kuterus tekadkan janji
Kerana telah kupilih jalanMu.
Meski Hanya Satu Kata
بسم ا لله ا لرحمن ا لرحيم
Untuk Sebuah penantian
dalam lingkar ketidak pastian
Untuk sebuah harapan
Dalam bayang Kepalsuan
Untuk sebuah Angan
Dalam khayal semu
Untuk sebuah senyuman
dalam ambang rasa
untuk sebuah tangisan
dalam tirai Asa
Untuk sebuah semangat
dalam kegalauan
Untuk sebuah belaian
dalam kesepian
Untuk sepercik air mata
Dalam hela waktuku
Dan untukmu yang kurindukan..
Tak ada yang ku nanti jika kau disini
Tak ada yang ku harap jika kau disisi
Takkan ada asa jika kau mengerti
Takkan ada sepi jika kau merasuk
Dan takkan ada air mata jika Kau Tersenyum
Hati ini terlalu kaku kalau harus menjamahmu
Hati ini terlalu berat kalau harus menopangmu
Hati ini terlalu lemah kalau harus terus terseret arus logikamu..
Hatiku mengeluh,sayang...
Kerangkanya mulai rapuh..
Mungkin ia mulai sakit?
atas kekecewaan ,kehampaan dan keraguan yang kau toreh?
Lalu pondasi jiwa ini sedikit goyah
sendinya sedikit bengkok
dan nadinya sedikit terluka...
Adakah obatnya sayang?
Atau tetap kau biarkan ku tersudut dalam rintihan ini?
beriku jawabnya. meski hanya satu Kata.
Created by : Sharah
<3 For someone There <3
Untuk Sebuah penantian
dalam lingkar ketidak pastian
Untuk sebuah harapan
Dalam bayang Kepalsuan
Untuk sebuah Angan
Dalam khayal semu
Untuk sebuah senyuman
dalam ambang rasa
untuk sebuah tangisan
dalam tirai Asa
Untuk sebuah semangat
dalam kegalauan
Untuk sebuah belaian
dalam kesepian
Untuk sepercik air mata
Dalam hela waktuku
Dan untukmu yang kurindukan..
Tak ada yang ku nanti jika kau disini
Tak ada yang ku harap jika kau disisi
Takkan ada asa jika kau mengerti
Takkan ada sepi jika kau merasuk
Dan takkan ada air mata jika Kau Tersenyum
Hati ini terlalu kaku kalau harus menjamahmu
Hati ini terlalu berat kalau harus menopangmu
Hati ini terlalu lemah kalau harus terus terseret arus logikamu..
Hatiku mengeluh,sayang...
Kerangkanya mulai rapuh..
Mungkin ia mulai sakit?
atas kekecewaan ,kehampaan dan keraguan yang kau toreh?
Lalu pondasi jiwa ini sedikit goyah
sendinya sedikit bengkok
dan nadinya sedikit terluka...
Adakah obatnya sayang?
Atau tetap kau biarkan ku tersudut dalam rintihan ini?
beriku jawabnya. meski hanya satu Kata.
Created by : Sharah
<3 For someone There <3
Rabu, 02 Februari 2011
Faith
بسم ا لله ا لرحمن ا لرحيم
Faith, trust and believe. Do they sound the same to you? Are they easy to be define? If yes, how do you define it? Are you saying that telling someone your biggest secret as trust? Or does it have anything to do with the responsibilities you are holding? How do people believe in things they have never seen before? There are so many questions aroused from these three words, and the answer may differ from one people to another. But what confuses me the most is the answer as to why people are lying. Different people have different reasons, and circumstances may forced them to do it.
But really, is there any circumstance that allows people to lie and get away with it? (Minus the one where you and your family’s lives are being threatened). I really think there’s none “Honesty is the best policy” is one of the oldest sayings, but as we gain more years, people are lying more and more without any guilty. “I don’t want to hurt their feelings”. “I don’t want them to hate me” . Say, if the fact that you are lying are discovered, won’t they be more hurt? Wouldn't they start to hate you from that point on forth?
I have once, wished for everyone to be honest with me. But apparently, telling me bad things about myself straight to my face is not easy. Talking behind others' backs seems to be a better option. I do not really understand the reasons for this and people are doing it all the time. Everywhere around me, I will catch people lying about what they really feel about me. I had a knack of recognizing liars since I was a child. But I have not figured out the answers to my questions.
Being honest may not be the easiest thing to do, but it’s definitely better than to keep on lying. Being honest is simply a huge mountain, after you climb over it, the obstacles will be behind you, and you don’t have to carry it anymore as a burden. After you tell others the truth, you don’t have to lie or pretend anymore. Being hypocrite takes a lot of work and energy, and lying itself does not worth all the trouble you have to put up with. So pluck out the courage and speak the truth. The truth may hurt people, but lies hurt them more.
Faith, trust and believe. Do they sound the same to you? Are they easy to be define? If yes, how do you define it? Are you saying that telling someone your biggest secret as trust? Or does it have anything to do with the responsibilities you are holding? How do people believe in things they have never seen before? There are so many questions aroused from these three words, and the answer may differ from one people to another. But what confuses me the most is the answer as to why people are lying. Different people have different reasons, and circumstances may forced them to do it.
But really, is there any circumstance that allows people to lie and get away with it? (Minus the one where you and your family’s lives are being threatened). I really think there’s none “Honesty is the best policy” is one of the oldest sayings, but as we gain more years, people are lying more and more without any guilty. “I don’t want to hurt their feelings”. “I don’t want them to hate me” . Say, if the fact that you are lying are discovered, won’t they be more hurt? Wouldn't they start to hate you from that point on forth?
I have once, wished for everyone to be honest with me. But apparently, telling me bad things about myself straight to my face is not easy. Talking behind others' backs seems to be a better option. I do not really understand the reasons for this and people are doing it all the time. Everywhere around me, I will catch people lying about what they really feel about me. I had a knack of recognizing liars since I was a child. But I have not figured out the answers to my questions.
Being honest may not be the easiest thing to do, but it’s definitely better than to keep on lying. Being honest is simply a huge mountain, after you climb over it, the obstacles will be behind you, and you don’t have to carry it anymore as a burden. After you tell others the truth, you don’t have to lie or pretend anymore. Being hypocrite takes a lot of work and energy, and lying itself does not worth all the trouble you have to put up with. So pluck out the courage and speak the truth. The truth may hurt people, but lies hurt them more.
Langganan:
Postingan (Atom)






