Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Senin, 15 Agustus 2011

The tallest tree in the world


Allah says: (He increases in creation what He wills) (Sûrat Fâtir-verse1) when we look around us we see the greatness of God also when we see His creatures we have to say Glory to Allah!!….

The height of the tallest tree in the world is 112meter; it is in the forests of California in the United States of America.

Scientists believe that age of this tree is more than one thousand year, the diameter of its trunk is more than three meters, and it looks like a building consisting of 37 floors.


But someone may say, where is the miracle in that creature? Here we have to ask a question, how can the water reach the height of 112 meter? What kind of pumps this tree is using? And from where does that tree get the needed energy to feed itself for more than 1000 year?

Allah almighty put the suitable methods to keep life of that tree and life of all creatures. He almighty put a very simple rule as without that rule all plants would die, that is the Surface tension of water. Water has a Tensile strength and it is able to climb through plant vessel to reach the top of the tree. There is another way to feed that tree by water which is withdrawing water from the air!

Allah almighty is the one who guaranteed the livelihood for His creatures and He had subjected all the methods to keep them alive. So, can Allah almighty forget a man who is asking and supplicating to Him? God says: (And so many a moving (living) creature carries not its own provision! Allah provides for it and for you. And He is the All-Hearer, the All-Knower.) (Sûrat Al-‘Ankabût- verse60).

Jumat, 12 Agustus 2011

Happy Milad My Self :))

♥ Alhamdulillah :)
♥ praise to Allah :)
♥ thanks mom , dad, abang, and my little lovely brother :)
♥ thanks for all my sista, all my brother
and
♥ thanks for YOU ( u be the first again this year ) :*


They are my smile, they re my spirit they re my love

now i have 18 years old, not child again
thanks for it God, u still give me chance to be better, u still love me ♥

u still give me all the people who love me, mom,dad,my bro, my sist and Him ..
u are the Best My Allah although i'm always make much mistake without thinking how's ur feeling :( sorry for it,
Now, u give me one time again, to make everything be better or stay be okay :)




Usia yang Allah SWT karuniakan ini, hiasilah ia dengan amalan yang murni. Semoga ia menjadi temanmu di akhirat nanti.

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". [QS:19:33]

amiin :)
once again THANK YOU ALLAH


MAY ALLAH BLESS US

Kamis, 04 Agustus 2011

Tak Ada Waktu Untuk Menunggu, Mari Wujudkan Mimpi!


Tak Ada Waktu Untuk Menunggu, Mari Wujudkan Mimpi! (Termakna Sebagai Sumpah Untuk Para Pemuda/i)

Sebelum tulisan ini ku buat, beberapa hari lalu aku membaca sebuah artikel yang berjudul ‘Tak ada waktu untuk bermimpi’. Menarik, karena ia terasa janggal, dan terus terang hal ini mengulik keyakinanku. Mengapa ‘tak ada lagi waktu untuk bermimpi’?

Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, hanya mampu tersemat pada mereka yang tak mampu menghargai waktunya kini. Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, hanya ada pada orang-orang yang takut menghadapi masa depan dan takut menjalani prosesnya. Maka, kelak ketika ia menghadapi masa depannya, ia tersadar bahwa dirinya hanya mampu menghadapi kenyataan pahit sebagai manusia yang menerima apa adanya. Yang hanya bisa ‘nrimo. Karena kehidupan tak ia pilih untuk di renda dan di warna. Pada saat itulah, ketika masa depan tengah di hadapan, tak ada lagi pilihan baginya untuk bermimpi atau merangkai mimpi. Tak ada lagi waktu untuk bermimpi, karena kehidupan yang dipilihnya di masa lalu tanpa mimpi. Menghadapkannya pada realita yang tek berarti, kini. Pedih!.

saat itu tengah hari, matahari menyengat stiap kulit manusia,

peluh b’jtuhan membekas d kaos oblong yg ia kenakan..

rambutnya basah akan kringat,

tubuhnya letih menenteng gitar tua, mengingat susu si bungsu yg tlh hbis..

suara parau,

trz d paksanya keluar mendendangkn lagu yang sarat kesedihan & beban,

membuat setiap yang mendengarnya merasa miris

ia terus bernyanyi,, mencoba mengharap belas kasihan orang..

tak ada pilihan lain, pikirnya.. masa muda yg ia sia-siakan, teruz ia berjalan tnp pedulikn sesal,

agar mlm ini si bungsu tak menangis lg,, tak ada wktu utk b’mimpi,,

Jangan menangis lagi,nduk..

bapak akan pulang.. ”

(Tak ada waktu untuk bermimpi, 2010)
Demikianlah. Realitas kini, selalu pedih, selalu duka. Setiap hari. Berbagai bencana (alam dan sosial) memenuhi pertiwi yang katanya makmur ini. Sungguh tak pantas bagi kita, para pemuda hanya berdiam diri atau merasa tak mengerti. Demi Allah, masa depan tak boleh lagi ada pedih. Mari hentikan pedih kita wahai pemuda dan pemudi! Allah ingatkan kita, bahwa

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…” (TQS. Al-Imran[3]: 110)

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf [7]: 96)

Mari bangun mimpi kita saat ini.

Kita, generasi muda Islam harus punya mimpi. Karena kita punya iman. Kesejatian iman akan membesarkan dan mendewasakan kita dalam kehidupan. Kesejatian iman akan menuntun kita pada benderangnya masa depan. Karena dalam kesejatian iman, Allah anugerahkan cinta dan harapan. Harapan yang akan Allah kabulkan hanya pada mereka yang yakin, hanya pada mereka yang siap menghadapi ujian dan tantangan, dengan kematangan berpikir cemerlang yang dimilikinya. Demikianlah, kesejatian iman membawa serta keyakinan dan kesiapan meraih mimpi.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (TQS.Al-Baqarah[2]: 214)

Dan bagi kita, kesejatian mimpi adalah kehidupan dalam naungan mulia aturan dan hukum-Nya. Khilafah. Dialah masa depan kita. Kesanalah mimpi itu kita renda dan warnai. Kesanalah proses yang kini harus kita jalani. Tak ada lagi waktu untuk menunggu, mari wujudkan mimpi! Inilah sumpah yang patutnya kita benakkan pada diri. Sebagai insan lemah, yang mengindera kejujuran realita kini (yang kian pahit dan menyayat hati).

Mari bergerak, serentak, tanpa letih, tanpa gentar. Hingga Allah nyatakan, bahwa KITA SEMUA SIAP menerima terwujudnya mimpi!

Untuk Cita-Cita Mulia,

Untuk akhir yang indah,

Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah

Hasbunallah wa nikmal wakiil…

Wallahu’alam…

Kalau Saja Hati Kita Seperti Kaca


Kalau HIV adalah wabah yang menyerbu kampung kita,
Tentu cerdas bila sang Ustadz menyentil dalam khutbahnya,
Namun lebih cerdas lagi, bila ia tempatkan dalam konteksnya,
karena HIV bukanlah fenomena lokal semata,
maka menangkalnya perlu sinergi dari ketaqwaan manusia,
kontrol sosial lingkungannya, dan kepedulian negara,
bahkan lintas negara karena global cakupannya.

Kalau pelacuran adalah malapetaka kota kita,
Tentu syar’ie mengupasnya di majlis-majlis dzikir di sana,
Namun lebih syar’ie untuk membahasnya
tak sekedar dari dosa dan pahala,
Karena bisnis tertua itu adalah limbah dari sistem ekonomi yang berkuasa,
Yang menindas hak-hak kaum dhuafa
dan mencampakkan peran keluarga,
Maka harus dari segala mata angin penangkalnya,
Mulai dari diri sendiri, termasuk dari diri para penguasa.

Kalau saja kita punya cukup waktu untuk duduk bersama,
Serta hati yang jernih untuk menyelami persoalan rumit agar jadi sederhana,
Tentu kita tidak perlu berkepala panas dan mulut hingga berbusa-busa,
Tentu kita tidak perlu kepada saudara kita berburuk sangka,
Karena kita masing-masing punya masa lalu yang berbeda,
Dengan endapan pengetahuan dan pengalaman aneka rupa,
Karena mungkin yang kita tahu tak lebih seujung kuku saja,
Atau boleh jadi apa yang kita sangka lawan kita perlu baca,
justru santapan kesukaannya di kala muda,

Karena boleh jadi apa yang kita yakini bermasa lamanya,
Besok berubah drastis karena secercah cahaya di dalam sukma,
Sebagaimana Umar bin Khattab yang memusuhi Nabi hingga ubun-ubunnya,
Tiba-tiba menjadi pembela Islam yang paling terpercaya.
Kalau saja kita masih diberi usia senafas lamanya,
Tentu kita ingin nafas kita itu berjuta maknanya,
Bermanfaat bagi manusia tanpa pandang siapa Tuhan mereka,
Karena Baginda Rasul mencontohi begitu rupa,
Karena para Sahabat adalah generasi terkemuka,
Yang Allah ridha pada mereka,
dan penghuni langit mendoakannya,

Tentu kita harus kaji mendalam segala reniknya,
Dengan hati bening untuk menerima kebenarannya,
Sekalipun jerit nafsu kita ingin menolaknya.

Lintas Kata



We don’t remember days We remember moments Then we’ll make moments worth remembering…

Hanya mimpi dan keyakinan yang mampu membuat manusia berbeda dengan mahluk lainnya…

hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia sangat istimewa di mata Sang Pencipta.

Dan, yang bisa dilakukan oleh sebuah mahluk yang bernama manusia terhadap mimi-mimpi

dan keyakinannya mereka hanya tinggal mempercayainya! Bangsa yang besar harus punya

mimpi… Mimpi untuk lepas dari ketergantungan, lepas bebas dari penjajahan… Mimpi untuk

mewujudkan tegaknya supremasi hukum yang berdiri atas nilai-nilai dasar yang

‘memanusiakan manusia’!